Bersama rakyat TNI kuat, hebat, profesional siap mewujudkan indonesia yang berdaulat, mandiri & berkepribadian

Senin, 22 Oktober 2018

Rejeki Anak Soleh, Satgas TMMD Dapat Rejeki Dari Arah Yang Tak Disangka-sangka

Rembang-Pagi ini, Minggu (21/10) sebagian warga Desa Pasedan berbondong-bondong untuk nyumbang (istilah Jawa) ke sebuah Undangan pesta pernikahan di salah satu warga di Dukuh Ngotoko, Desa Pasedan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang.
Termasuk Bu Indah, istri Kepala Desa Pasedan (Pak Kusman) juga ikut serta. Sesampainya di Poskotis (Pos Komando Taktis) Satgas (Satuan Tugas) TMMD (Tentara Manunggal Membangun Desa) Reguler ke-103 Kodim 0720/Rembang, Bu Indah mampir untuk memberikan jajanan atau makanan untuk sarapan kepada para anggota Satgas TMMD Reg-103.
“Sungguh luar biasa baiknya istri pak Kades, setiap kali selalu ingat dengan kami, selalu memberi dan berbagi, jadi nggak enak kalau setiap kali diberi”, kata Kapten Inf Bambang Sutedjo (Perwira pengawas TMMD).
Sebagian besar warga masyarakat setempat memang sudah menganggap TNI (Satgas TMMD) layaknya sebuah keluarga, saling berbagi dan saling memberi, termasuk Bu Indah.
“Tidak apa-apa pak, ini tadi dari bapak (Pak Kusman Kades), beliau juga memberi pesan setiap kali kami berkomunikasi, tolong perhatikan bapak TNI ya buk, mereka disini juga demi kepentingan kita”, kata Indah. (d.0720)
baca selanjutnya

Jalan Pelan-Pelan Asal Sampai Di Tujuan

Rembang-Satgas (Satuan Tugas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-103 Kodim 0720/Rembang, di Dukuh Ngotoko, Desa Pasedan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang, sedang berjalan menuju lokasi pembangunan jalan Makadam, dengan jalan perlahan-lahan karena waspada dengan keadaan jalan yang sedikit membahayakan, Minggu (21/10).
“Saya memang sengaja berjalan, karena titik lokasi pembangunan jalan juga lumayan dekat, jalan sambil pemanasan”, kata Praka Rokim.
“Selain itu berjalan juga perlu dilakukan untuk kebugaran dan kesehatan badan”, pungkasnya. (d.0720)
baca selanjutnya

Jalannya Seperti Bandara Pesawat Saja Ya Pak

Rembang-Desa Pasedan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang, yang dulunya sangat terpencil dan terisolir yang terletak di tengah-tengah kawasan hutan Perhutani, kini warganya sudah merasa senang. Pasalnya Desa mereka yang selama ini memiliki Akses jalan yang rusak berat diperbaiki.
TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-103 Kodim 0720/Rembang, pada pelaksanaan hari ke-7 (Tujuh), Minggu (21/10) pengecoran masih tetap berjalan, dan pengecoran sudah mau selesai, tinggal beberapa meter saja.
“Jalannya seperti Bandara pesawat saja ya pak”, ucap Nardi salah satu warga yang sedang membantu.
“Padahal saya sendiri belum pernah naik pesawat, hahahaaaa”, pungkasnya sambil tertawa terbahak-bahak.
Di lokasi TMMD Reg-103, warga setempat selalu semangat dan penuh dengan keceriaan dalam bekerja. Mereka sangat dekat dan bersatu padu dengan Satgas TMMD, pekerjaan yang menggembirakan dan harapan yang dinantikan oleh warga Desa Pasedan selama ini telah terwujudkan. (d.0720)
baca selanjutnya

Aku, Dirimu dan Dirinya

Rembang-Sore hari disebuah warung di Dukuh Ngotoko, Desa Pasedan, Kabupaten Rembang, milik Siti Sundari masih tampak ramai, karena ada Satgas (Satuan Tugas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-103 yang sedang melaksanakan pekerjaan pembangunan jalan dan lainnya dimulai 7 hari yang lalu, senantiasa mampir untuk memesan minuman dan jajanan yang disediakan, sesaat setelah selesai melaksanakan pekerjaannya.
Usaha warung milik Siti Sundari, memang dibuka secara tiba-tiba, setelah mengetahui bahwasanya Desanya ramai dan banyak TNI (Satgas TMMD) ada di Desanya. Tak menyia-nyiakan kesempatan itu, Siti Sundari pun berinisiatif untuk membuka warung yang menyediakan berbagai macam minuman serta jajanan (Snack).
Salah satu Satgas TMMD yang menjadi pelanggannya adalah Serda Hariyanto. Setiap sore hari selepas bekerja dilokasi TMMD, Serda Hariyanto selalu memesan Kopi bersama dengan rekan-rekan lainnya untuk memesan minuman dan membeli jajanan yang ada, Minggu (21/10).
Beberapa saat setelah tiba, suasana sudah ribut riuh dengan keramaian, perbincangan kebersamaan dengan canda tawa antara rekan-rekan Satgas TMMD yang ada pada saat itu, sehari bekerja terobati sudah dengan sendirinya.
“Hasil Foto Camera Selfie foto saya ini bagus nggak ya”, tanya Hariyanto kepada rekannya.
“HP Baru harga terjangkau yang baru saya beli sekitar seminggu kemarin”, imbuhnya.
“Tapi sekarang ada Hand Phone yang punya 2 Camera lho. Camera Bokeh kalau nggak salah namanya”, paparnya.
“Semisal dipakai Selfie, Subyek dan Obyek didepannya bisa di atur Ngeblur (kabur atau buram), contohnya seperti Foto saya ini, tinggal ngatur saja sebelum ngambil Foto, yang di kaburkan atau diburamkan saya atau mbak Siti Sundari”, pungkasnya.
“Tapi jangan kamu kaburkan beneran Mbak Siti Sundari, bisa di bawakan Parang nanti sama istrimu, sahutan rekan Satgas yang duduk didepannya sambil mengejek menggelitik. (d.0720)
baca selanjutnya

Indahnya Kebersamaan

Rembang-Pagi ini warga masyarakat Dukuh Ngotoko, Desa Pasedan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang yang akan membantu pekerjaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-103 Kodim0720/Rembang, sudah berkumpul di sebuah Poskampling atau Pos Ronda yang ada di dekat pintu masuk Dukuh Ngotoko. Sesaat kemudian Serda Umar Said (Babinsa Pasedan Koramil 05/Bulu Kodim 0720/Rembang) dan juga tergabung dalam Satgas TMMD Reg-103 datang dan menghampiri untuk mengajak berangkat ke lokasi TMMD bersama-sama, Senin (22/10).
“Titik kumpul kami memang sudah biasa di Poskamling ini, selain menunggu teman yang lain ngumpul, biasanya kami sambil berbincang-bincang, membahas apa sajalah. Intinya kita bekerja untuk kepentingan bersama, berangkat bersama-sama, kerja bersama-sama dan pulangpun kalau bisa juga bersama-sama”, kata Kasrun salah satu warga Desa Pasedan.
Pekerjaan pembangunan jalan Makadam terus dilanjutkan, pengecoran jalan sambil menunggu pengeringan, pembangunan Poskamling sudah dapat sebagian, pembangunan RTLH (Rumah Tidak Layak Huni) sedang dikerjakan, tebing atau teras siring sudah direncanakan, pekerjaan dilaksanakan selalu dengan kebersamaan, diharapkan Target sasaran dan pembangunan akan selesai sesuai dengan harapan. (d.0720)
baca selanjutnya

Agar Warga Dapat Menggunakan Alsintan

Rembang-Hari ini, Senin (22/10), di Balai Desa Pasedan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang, telah berlangsung kegiatan penyuluhan dari Dintanpan (Dinas Pertanian dan Pangan) Kabupaten Rembang, dalam rangka kegiatan sasaran Non Fisik TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-103 Kodim 0720/Rembang. Acara tersebut dihadiri Widodo, SH.MM (Kepala bidang Prasarana dan Sarana Pertanian), Sugiono, SP (KJF/Kelompok Jabatan Fungsional), Kapten cpl Sularso (Danramil 12/Sarang Kodim 0720/Rembang) dan Kusman, Spd (Kepala Desa Pasedan), serta warga masyarakat setempat, Senin (22/10).
Widodo mengatakan, “Agar warga memanfaatkan alat mesin pertanian yang telah dibagikan sebelumnya dengan Maksimal, Alsintan diberikan untuk meningkatkan Produksi serta pendapatan petani”.
“Pada dasarnya pembangunan merupakan upaya melakukan perubahan dan pembaharuan yang dilakukan oleh suatu masyarakat menuju kondisi yang lebih baik, pembangunan pertanian merupakan salah satu Aspek pembangunan tersebut”,paparnya.
“Pembangunan pertanian bukan hanya meningkatkan Aspek Ekonomi saja, tetapi harus dibarengi dengan pembangunan Aspek manusianya, petani harus menjadi bagian dalam kegiatan pembangunan pertanian”,lanjutnya.
“Peningkatan kualitas Individu akan menentukan keterlibatan petani dalam pembangunan, sehingga secara Aktif berpartisipasi termasuk menikmati hasil pembangunan”.pungkasnya.
Peranan Penyuluhan ini sebagai penghubung antara petani dengan pembangunan, karena melalui kegiatan penyuluhan pertanian menghasilkan SDM petani dengan kualitas yang mencerminkan sebagai masyarakat Teknologi, terbuka dan trasparan, serta madani. Penyuluhan pertanian merupakan sasaran Non Fisik TMMD Reg-103 yang harus dilaksanakan, karena sebagian besar Desa Pasedan adalah Petani. (d.0720)
baca selanjutnya

Jangan Tanya Seberapa Besar Semangatku

Rembang-Warga Desa Pasedan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang, memang sudah lama mengharapkan perbaikan jalan di Desanya. Kondisi jalan yang rusak berat berdebu dan berbatu, apalagi saat musim hujan datang, kondisinya akan lebih parah lagi (Licin dan becek). Dan jalan tersebut merupakan jalan satu-satunya keluar masuk Desa Pasedan ke Dukuh Ngotoko.
Kini TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-103 membangun jalan tersebut. Dan hal itu langsung disambut warga setempat dengan senang sekali. Termasuk salah satunya Rahma, (39), warga Dukuh Ngotoko, seorang ibu paruh baya dengan semangatnya ikut membantu Satgas TMMD Reg-103 dalam kegiatan pengurugan atau penimbunan tanah di kanan kiri bahu jalan Makadam, Senin (22/10).
“Tidak apa pak, pekerjaan rumah saya juga sudah selesai semua, saya menyiasatinya dengan mengerjakannya pada malam hari, jadi kalau sudah tidak punya tanggungan, membantu disini pun serasa tanpa beban”, tutur Rahma.
Dalam pekerjaan pengurugan jalan Makadam tidak hanya dilakukan kaum pria saja, akan tetapi ibu-ibu warga dukuh Ngotoko pun banyak yang terlibat membantu. Warga setempat selama ini selalu giat dan semangat dalam bekerja bersama dengan Satgas TMMD Reg-103. Kebersamaan didalam bekerja adalah salah satu cita-cita Negeri ini. (d.0720)
baca selanjutnya

Jumat, 19 Oktober 2018

Keahlian Terpendam Anggota TNI Sebagai Tukang Kayu

Rembang - Personel Satgas TMMD Reguler ke 103 Kodim 0720/Rembang akan melaksanakan kegiatan bantuan bedah rumah warga kurang mampu di Desa Pasedan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang, Jumat(19/10/2018).

Sesuai yang direncanakan bantuan bedah rumah milik masyarakat Desa Pasedan ada 16 unit. Untuk itu Bapak Ngadimin salah satu warga yang dapat bantuan bedah rumah sekaligus sebagai tukang kayu dibantu Anggota Satgas TMMD menyiapkan kusen-kusen untuk pintu dan jendela termasuk yang lainnya.

Adapun 16 pemilik rumah masyarakat yang kurang layak huni dan akan dibedah oleh Satgas TMMD, yaitu rumah Poniman, Sarpono, Sukarti, Paiyo, Kusnadi, Heri, Ahmad Junaidi, Sumono, Purwati, Gimah, Senen, Sutikman, Muhammad Sukowi, Ngadimin, Darbu dan Suin. Mereka semua sama, asli dan tinggal di Desa Pasedan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang.

"Untuk pekerja kita menggunakan tukang dari TNI dan di bantu oleh masyarakat pasedan, selanjutnya untuk kebutuhan bahan bangunan dan material sudah kita siapkan termasuk kebutuhan yang lainnya," ungkap Kapten Rusdi.

Warga Desa Pasedan mengucapkan banyak terima kasih yang sebesar - besarnya atas bantuan bedah rumah yang telah dilakukan oleh Satgas TMMD Kodim 0720 Rembang, karena sangat membantu sekali pada masyarakat yang membutuhkan, khususnya Dukuh Ngotoko, Desa Pasedan.(0720)
baca selanjutnya

Menjelang Malam Semuanya Kembali ke Peristirahatan

Rembang.  Empat hari sudah TMMD Reguler Ke-103 Kodim 0720 Rembang telah berlangsung sejak dibukanya oleh Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maemoen pada 15 Oktober lalu.

Hubungan emosional rasa kebersamaan dan keguyuban segenap elemen warga masyarakat Desa Pasedan dan sekitarnya dengan anggota Satgas TMMD semakin terlihat nyata.

Dari berbagai elemen dari tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh adat maupun organisasi kemasyarakatan dan lainnya, sangat antusias ikut membantu pekerjaan yang hasilnya nanti hanya ditujukan untuk kemakmuran dan kesejahteraan bersama, bukan hanya bagi masyarakat Desa Pasedan saja.

Sasaran- sasaran baik pokok dan sasaran tambahan di lokasi TMMD, segenap warga masyarakat bahu membahu dan silih berganti bersama dengan anggota Satgas untuk turut menyukseskan gelaran ini. Datang ke lokasi TMMD bersama, bekerja bersama, istirahat bersama saat pulang juga mereka lakukan bersama.

Setelah selesai melaksanakan pekerjaan sasaran fisik TMMD Reguler 103, masyarakat  Desa Pasedan dengan anggota Satgas TMMD bergegas kembali ke tempat istirahat bersama-sama. Tampak dengan jelas mereka saling bercengkrama dan bersenda gurau. Kamis (18/10).

Kiranya inilah sebagai cerminan bahwa warga masyarakat Desa Pasedan Kecamatan Bulu sudah menganggap anggota TNI yang terlibat dalam Satgas TMMD sebagai saudara baru mereka. (0720).
baca selanjutnya

Berjalan Jauh Memacu Semangatku Berekolah

Rembang-  Semangat anak-anak sekolah dari Dusun Ngotoko menuju sekolah SD Negeri 1 Pasedan untuk menuntut ilmu di sekolah. Kurang lebih  5 kilometer mereka berjalan dari rumah menuju sekolah dengan menyusuri jalan yang rusak berlubang, berbatu dan berdebu. Itu artinya mereka setiap harinya berjalan kurang lebih 10 kilo meter saat pulng dan pergi sekolah.  Jum’at (19/10)

Kaitanya dengan kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-103 Kodim 0720/Rembang yang dilaksanakan di Desa Pasedan Kecamatan Bulu khususnya Dusun Ngotoko. Dilokasi ini sedang berjalan pembangunan jalan penghubung antara Dusun Ngotoko dan Desa Pasedan Kodim Rembang melalui kegiatan TMMD Reguler ke-103, pengerjaan jalan yang sedang dikebut oleh Satgas TMMD dan masyarakat setempat serta dibantu oleh pihak yang terlibat dalam kegiatan TMMD diwilayah ini.

Setelah selesainya pengerjaan pembangunan jalan penghubung ini nantinya anak-anak sekolah bisa naik sepeda karena jalan yang tadinya rusak berlubang dan berbatu menjadi bagus dan layak untuk dilalui bagi pengendara. Dengan adanya TMMD diwilayah ini kiranya dapat membawa perubahan yang baik serta menunjang taraf hidup yang lebih baik pula bagi seluruh warga diwilayah ini.(0720)
baca selanjutnya

Begini Tanggapan Kades Pasedan Tentang TMMD Reg 103 Diwilayahnya

Rembang-Desa Pasedan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang, adalah sebuah Desa yang terletak kurang lebih berjarak 19,7 Km dari Kota Rembang, dalam jarak tempuh waktu normal sekitar 30 menit, dengan melewati Akses jalan raya Rembang-Blora. Dimana wilayah Desa tersebut berbatasan langsung dengan Kabupaten Blora, luas wilayah 9,660 Km² dan jumlah penduduk sekitar 4,324 jiwa, serta kepadatan 223 jiwa/Km².

Desa Pasedan termasuk sebagian Desa yang terpencil dan terisolir di wilayah Kabupaten Rembang, dan sekarang Desa Pasedan mendapatkan perhatian dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten Rembang, melalui TMMD (Tentara Manunggal Membangun Desa) Reguler ke-103 Kodim 0720/Rembang. Dimana sebenarnya pihak Kodim 0720/Rembang memang sudah lama menjadikan Desa tersebut sebagai sasaran TMMD. 

Warga Desa Pasedan merasa bahagia, terutama Kepala Desa Pasedan lah yang merasa sangat bangga dan senang tidak karuan. Namanya adalah Kusman, usia 53 tahun, kelahiran Dukuh Bencili, Desa Kebon Agung, Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang, dikarunia tiga orang anak (2 laki-laki dan 1 perempuan), dari Istrinya yang bernama Indah. 
“ Dukuh Ngotoko ke Desa Pasedan memang memiliki jalan yang panjang dan rusak, jarak dari Dukuh Ngotoko ke Desa Pasedan sekitar 4 km. Dan Dukuh Ngotoko letaknya sekitar 3 kilometer dari pusat Desa Pasedan, sedangkan seluruh Fasilitas umum, seperti sekolah dan Bidan Desa pun hanya ada di pusat Desa Pasedan”, kata Kusman.

"Anak-anak warga Dukuh Ngotoko kalau mau berangkat sekolah ke Desa Pasedan sebagian juga ada yang jalan kaki, dan mereka pun berangkat lebih awal pagi-pagi sekitar jam 05.30 setiap harinya. Karena jarak tempuh memakan waktu kurang lebih 1 jam", tambahnya.

"Dulu juga pernah ada ibu-ibu hamil yang hendak melahirkan akan dibawa ke Bidan Desa yang tempatnya di Desa Pasedan, dengan menggunakan kendaraan sepeda motor. Karena menempuh jalan yang cukup jauh dan rusak, akhirnya sang ibu ini pun melahirkan di tengah-tengah perjalan, beruntung saja semuanya dapat diatasi dan kondisinya pun baik-baik saja. Saya merasa sangat bersyukur sekali dengan adanya TMMD di Desa saya. Harapan saya, semoga dengan Akses jalan yang telah diperbaiki ini, bisa memperlancar semua Aktifitas warga dan pengguna jalan lainnya”, pungkasnya.(0720)
baca selanjutnya

Kondisi Jalan Rusak Menyebabkan Seorang Ibu Melahirkan Diperjalanan

Rembang– Dusun ngotoko, sebuah dusun terpencil di Kecamatan Bulu, yang menjadi sasaran program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) reguler, menyimpan banyak cerita memprihatinkan. Sebelum akses jalan ditata, ada seorang ibu melahirkan di tengah jalan, karena terjebak jalan rusak.

Namanya Suwati, warga Dusun Ngotoko Desa Pasedan. Wanita berusia 34 tahun ini mempunyai cerita sedih menghadapi medan terjal di kampungnya. Tiga tahun lalu, saat akan melahirkan putranya Rozikin, Suwati harus berjuang antara hidup dan mati. Pagi hari ketika merasakan perutnya mulas, sang suami berinisiatif membawa Suwati pergi ke Puskesmas, untuk menjalani persalinan.

Tapi mobil yang mereka tumpangi terjebak lumpur di tengah jalan. Warga akhirnya berdatangan untuk membantu mendorong mobil tersebut. Guncangan akibat jalan terjal berbatu, belum sampai Puskesmas, Suwati sudah keburu melahirkan di tengah jalan. Beruntung, ia dan bayinya selamat.

Suwati menuturkan setelah akses jalan antara Desa Pasedan menuju Dusun Ngotoko sepanjang hampir 3 kilo meter diperbaiki melalui program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD), Suwati berharap memperlancar mobilitas masyarakat, termasuk ketika ada ibu akan mendapatkan layanan persalinan.

“Waktu itu saya di dalam mobil hanya bisa berdo’a. Was – was terus rasanya, lha wong mobil didorong orang banyak kayak gitu. Belum sampai Puskesmas, bayi sudah mbrojol dulu. Alhamdulilah selamat, ini anak saya sudah besar, “ tutur Suwati.

Warga Desa Pasedan bersama aparat TNI, sampai Kamis sore (18 Oktober 2018) bersama – sama melakukan perbaikan jalan. Kanan kiri bahu jalan juga ditata, supaya umur jalan lebih awet.

Kepala Staf Komando Distrik Militer (Kasdim) Rembang, Mayor CAJ. Yoyok Sunaryo menjelaskan yang menjadi kendala, datangnya material sering terlambat, karena sulitnya menuju lokasi, sehingga membuat pengerjaan tidak bisa cepat.

“Masyarakat dari Dusun Ngotoko 30 orang, yang dari Pasedan 20 orang ikut bantu. Kami fokus tata bahu jalan dan pengerasan tanjakan. Masalah air dan datangnya material jadi kendala. Air kan susah, untuk ngaduk material. Sebenarnya kalau material lancar, bisa cepat selesai, “ ujar Yoyok.

Yoyok menambahkan meski ada kendala, namun pihak Kodim Rembang memastikan penataan jalan akan selesai tepat waktu, sebelum TMMD Reguler ditutup tanggal 13 November mendatang.(0720)
baca selanjutnya

Terimakasih Pak Tentara “TNI Memang Selalu Dihati”

Rembang- Di tengah  Pelaksanaan pengecoran jalan pada program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke 103 di Dukuh Ngotoko, Desa Pasedan, Kecamatan Bulu, ada satu hal yang menarik. Di saat itu melihat seorang ibu ingin melewati jalan yang sedang digarap, anggota satgas TMMD spontan lari menghampiri ibu tersebut dan membantu membawakan motornya melewati tumpukan batu koral ditengah jalan.Jum’at(19.10).

Sebut namanya bu Asiyah usianya sekitar 45 tahun. Warga Desa Pasedan, Kecamatan Bulu, Rembang. Kesehariannya berjualan di rumahnya.

Bu Asiyah sempat ketakutan ketika melihat seorang prajurit berlari mendekatinya. Wajahnya sangat ketakutan seketika berubah menjadi cerah dan senang, sebab prajurit TNI ternyata hendak membantu bu Asiyah mendorongkan motornya.

Sambil berjalan, bu Asiyah tak berhenti berucap dengan nada penuh syukur. Bahkan bu Asiyah sempat memanjatkan do’a bagi para Satgas TMMD yang sedang bertugas di desanya tersebut.
”Semoga bapak-bapak selalu di beri kesehatan,” ucap bu Asiyah. Selain itu juga sempat memberikan wejangan. Wejangan kepada Pratu Taufik yang telah membantu.(0720)
baca selanjutnya

Membandingkan Mulusnya Jalan Desa dengan Lantai Rumahku

Rembang- Pembangunan sasaran fisik pada program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke 103 Kodim 0720/ Rembang terus dilaksanakan. Terlihat hasil pekerjaan yang dilakukan anggota Satuan Tugas (Satgas) TMMD bersama warga pada sasaran betonisasi jalan. Jum’at (19/10).


Supono salah satu warga Dukuh Ngotoko, Desa Pasedan, Kecamatan Bulu, Rembang mengatakan, betonisasi yang di programkan TMMD ini sangat tepat sasaran. Semua kalangan masyarakat akan merasakan hasilnya. Termasuk juga anak-anak kami yang masih duduk di bangku sekolah, mereka sangat terbantu dengan adanya perbaikan jalan ini.

“Anak-anak kami senang pak, melihat jalannya diperbaiki. Mereka tambah semangat untuk ke sekolah. Kata anak saya dalane apik pak, alus luwih alus karo omae dewe ( jalannya bagus pak, halus lebih halus dari rumah kita ),” kata Supono.(0720)
baca selanjutnya